di melalui proses sosial dan budaya yang panjang.

di Indonesia ini
menuntut pergeseran posisi kaum perempuan ke tempat yang lebih setara dalam
mendapatkan hak-haknya di bidang sosial maupun budaya. (Nurrahmi : 2009)

Walaupun isu gender
telah lama merebak di Indonesia, namun banyak orang yang masih salah
mengartikan tentang konsep gender dan kesetaraan gender. Gender sering
diartikan dengan seks yang didefinisikan sebagai jenis kelamin yaitu
pengkategorian perempuan dan laki-laki. Namun sebenarnya pengertian antara
gender dan seks itu berbeda. Seks merupakan pembagian dua jenis kelamin secara
biologis. Perbedaan ini sering dikatakan sebagai ketentuan
dari Tuhan yang didapat secara kodrati, permanen, tidak berubah,
tidak dapat dipertukarkan antara kodrat laki-laki dan perempuan.Gender
merupakan pembagian sifat yang ada pada manusia, yang penentuannya didasari
secara sosial maupun kultural.Sifat ini dapat dipertukarkan antara perempuan
dan laki-laki. Pembagian sifat pada manusia terbagi atas feminim yang identik
dengan karakteristik perempuan, seperti sifat lembut dan sabar, sedangkan
maskulin yang identik dengan karakteristik laki-laki mempunyai sifat yang
sebaliknya dengan perempuan. Hal tersebut sesuai dengan yang diutarakan oleh Mansour
Fakih (1996) bahwasannya perbedaan biologis merupakan perbedaan jenis kelamin
(seks) sementara gender adalah behavioral differencess antara laki-laki dan
perempuan yang socially contructed. Gender merupakan perbedaan yang bukan
kodrat ciptaan Tuhan namun diciptakan oleh masyarakat (baik laki-laki maupun
perempuan) melalui proses sosial dan budaya yang panjang.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Kemudian salah arti
lainnya dimana kesetaraan gender seolah-olah dianggap sebagai tindakan atau
keinginan menomorsatukan perempuan yang ada di belahan dunia. Padahal hal ini
bukan merupakan tujuan dari adanya kesetaraan gender itu sendiri, sebagaimana
dijelaskan oleh R. Valentina (2013) bahwa :

“Tujuan kesetaraan
gender adalah untuk mewujudkan keadilan gender dalam pemenuhan HAM;
menyelenggarakan tindakan khusus sementara guna mempercepat tercapainya
persamaan substantif di segala bidang kehidupan, menyelenggarakan upaya
pemenuhan hak perempuan atas perlindungan kesehatan reproduksi, menghapus
segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan; menghapus prasangka, kebiasaan,
dan praktik lainnya yang didasarkan atas inferioritas atau superioritas salah
satu jenis kelamin atau berdasarkan peranan stereotip perempuan dan laki-laki.”
(www.institutperempuan.or.id) 

x

Hi!
I'm Victor!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out